RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  KUR BRI 2026: Rp300 Triliun Dikucur, 643.000 UMKM...

Finansial

KUR BRI 2026: Rp300 Triliun Dikucur, 643.000 UMKM Sudah Antre

BRI telah menyalurkan Rp31,42 triliun KUR hingga Februari 2026, menjangkau lebih dari 643.000 pelaku UMKM dengan bunga tetap 6% per tahun dan plafon hingga Rp500 juta.

Hingga Februari 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sudah menggelontorkan Rp31,42 triliun lewat program Kredit Usaha Rakyat. Lebih dari 643.000 pelaku UMKM sudah menyentuh dana itu. Angka yang tidak kecil, dan tahun ini masih panjang.

Pemerintah menetapkan total anggaran KUR 2026 sebesar Rp300 triliun, bunga dipatok tetap di 6% per tahun. Skema subsidi dari pemerintah membuat program ini jauh lebih kompetitif dibanding kredit komersial biasa yang bunganya bisa dua hingga tiga kali lipat, kalau data ini bisa dipercaya, selisihnya cukup untuk bikin pelaku usaha berpikir dua kali sebelum ketuk pintu bank swasta.

Secara struktur, program ini terbagi empat kategori. KUR Super Mikro menyasar pemula, plafon Rp1 juta hingga Rp10 juta, bunga cuma 3% efektif per tahun, tanpa agunan tambahan, tenor maksimal tiga tahun. KUR Mikro melayani kebutuhan Rp10 juta sampai Rp100 juta dengan bunga 6% hingga 9% tergantung frekuensi pengajuan, cicilan bisa ditarik sampai lima tahun. KUR Kecil, yang paling banyak dibicarakan kalangan pengusaha menengah, menawarkan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta, wajib agunan, tenor juga sampai lima tahun. Satu lagi: KUR TKI, khusus calon tenaga kerja Indonesia yang butuh biaya keberangkatan, plafon maksimal Rp25 juta, bunga 6%, tenor tiga tahun.

Soal cicilan, ini yang biasanya jadi bahan kalkulasi pertama calon debitur. Pinjaman Rp100 juta dengan tenor 60 bulan menghasilkan angsuran sekitar Rp1,98 juta per bulan. Perpendek tenor ke 36 bulan, cicilan naik ke kisaran Rp3,08 juta. Mau pinjam Rp70 juta? Tenor 60 bulan, siapkan sekitar Rp1,38 juta setiap bulan. Pilih 24 bulan, angkanya melonjak ke Rp3,13 juta.

Polanya sudah jelas. Tenor pendek = total bunga lebih irit, tapi beban bulanan lebih berat. Bagi UMKM dengan arus kas yang naik-turun, tenor panjang sering jadi pilihan defensif, meski total pembayaran di ujung lebih besar. Pertanyaannya: berapa banyak pelaku usaha yang benar-benar menghitung ini sebelum tanda tangan?

Syarat masuknya tidak terlalu menyulitkan. Usaha wajib sudah jalan minimal enam bulan, tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain, dan dokumen standar seperti KTP, KK, serta Nomor Induk Berusaha harus disiapkan. Khusus KUR Kecil di atas Rp100 juta, agunan tambahan menjadi kewajiban.

Pengajuan bisa lewat dua jalur. Online melalui platform resmi BRI atau aplikasi digital, agaknya lebih diminati generasi usaha muda karena lebih cepat dan transparan. Jalur tatap muka tetap tersedia, termasuk konsultasi langsung dengan petugas Mantri BRI yang memang dikenal menembus rimba dan laut demi menjangkau nasabah di pelosok. Bukan klise, itu memang tradisi lapangan.

Satu hal yang patut dicermati: suku bunga dan kuota penyaluran bisa bergeser mengikuti kebijakan terbaru pemerintah. Beberapa segmen sempat mengalami penyesuaian di tengah periode jalan, setidaknya itu catatan dari tahun lalu, jadi sebaiknya cek kondisi terkini sebelum mengajukan.

Dengan target Rp300 triliun dan realisasi awal yang sudah cukup agresif, KUR BRI 2026 serius mendorong pembiayaan UMKM. Tapi seperti kredit mana pun, perencanaan arus kas yang matang tetap jadi penentu, apakah pinjaman ini jadi bahan bakar pertumbuhan, atau justru beban yang nyangkut.