RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  MBMA Siapkan Buyback Rp1,46 Triliun, Andalkan Kas...

Finansial

MBMA Siapkan Buyback Rp1,46 Triliun, Andalkan Kas Internal

PT Merdeka Battery Materials Tbk umumkan program buyback saham senilai maksimal Rp1,46 triliun untuk menjaga stabilitas harga di tengah koreksi tahunan yang masih dalam di kisaran 27 persen.

Stabilkan Harga Saham, MBMA Kembali Buyback Rp1,46 Triliun (Foto: dok MBMA)

Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sudah tergerus hampir 28 persen sejak awal tahun, dan manajemen agaknya sudah cukup melihat kondisi itu berlanjut tanpa respons.

Perseroan resmi mengumumkan program pembelian kembali saham dengan dana maksimal Rp1,462 triliun, berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada Selasa (16/6/2026). Target buyback mencapai 1,548 miliar saham. Pelaksanaannya bertahap, mulai 17 Juni hingga paling lambat 16 September 2026. Tiga bulan, dengan opsi selesai lebih cepat kalau target sudah terlampaui atau dana habis duluan.

Yang layak dicermati bukan sekadar nominalnya. Seluruh pendanaan berasal dari kas internal, bukan pinjaman baru atau tambahan utang. Posisi keuangan MBMA memang memberi ruang untuk itu: current ratio tercatat 1,62 kali, debt to equity di level 0,46 kali, interest coverage ratio 6,35 kali. Free cash flow kuartalan masih positif di angka Rp85 miliar. Tidak semua emiten yang mengumumkan buyback punya landasan seperti ini.

Dasar regulasi yang dipakai manajemen adalah POJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang stabilisasi pasar pada kondisi fluktuasi pasar, POJK Nomor 29 Tahun 2023 soal pembelian kembali saham perusahaan terbuka, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026. Buyback ini tidak memerlukan persetujuan RUPS terlebih dahulu.

Rp487 miliar. Itu laba bersih MBMA sepanjang 2025, naik dari Rp361 miliar di 2024 dan jauh di atas Rp106 miliar pada 2023. EPS meningkat dari 3,34 menjadi 4,51. Setelah program buyback rampung, EPS dasar diproyeksikan hanya bergerak tipis dari USD0,00027 menjadi USD0,00028, kalau data ini bisa dipercaya, sinyal bahwa aksi ini bukan kosmetik akuntansi, melainkan murni upaya menjaga harga.

Di pasar, saham MBMA ditutup di Rp510 pada Senin (15/6/2026), menguat 5,81 persen dengan kenaikan 15,91 persen dalam sepekan terakhir. Secara year-to-date masih minus 11,84 persen, dan dari puncaknya koreksi sudah menembus 27,66 persen. Rebound sepekan ini bisa jadi antisipasi pasar atas pengumuman buyback, bisa jadi juga kebetulan.

Pertanyaannya: apakah eksekusi buyback ini akan konsisten, atau berhenti di tataran pengumuman? Manajemen menegaskan program tidak akan mengganggu operasional maupun kinerja keuangan perusahaan. Bagi emiten yang bermain di rantai pasok baterai kendaraan listrik, kepercayaan investor adalah aset yang tidak kalah berharga dari cadangan nikel itu sendiri.