Realisasi pajak reklame Kabupaten Bekasi baru menyentuh Rp18,5 miliar per 21 Juli 2026, setara 44,54 persen dari target tahunan Rp41,6 miliar. Sisa Rp23 miliar lebih harus dikejar dalam sekitar lima bulan ke depan. Bukan waktu yang longgar.
Pemkab Bekasi mulai bergerak. Salah satu langkah konkretnya: penyisiran reklame di kawasan Grand Wisata pada Jumat, 25 Juli 2026, menyasar billboard, baliho, reklame di median jalan, hingga media promosi di persimpangan dan pusat perbelanjaan. Pendekatan yang dipilih jauh dari keras. Petugas hanya menempel stiker pemberitahuan pada reklame yang belum terdaftar atau belum melunasi kewajiban pajaknya.
"Untuk hari ini tindakannya hanya berupa pemasangan stiker. Tidak ada penutupan, apalagi penebangan. Kita mengedepankan edukasi dan memberikan pemahaman terlebih dahulu kepada para wajib pajak," kata Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan. Seluruh reklame yang ditemukan didokumentasikan untuk verifikasi dan evaluasi, sebelum tindakan administratif ditempuh sesuai ketentuan.
Pilihan pendekatan lunak ini agaknya disengaja. Pemkab tampaknya ingin menghindari gesekan dengan pelaku usaha sambil tetap mengirim sinyal bahwa pengawasan sedang diperketat. Kalau data ini bisa dipercaya, basis wajib pajak reklame di lapangan jauh lebih besar dari yang sudah terdaftar. Pertanyaannya: apakah stiker saja cukup untuk menutup selisih itu sebelum tutup buku Desember?
Sekda Kabupaten Bekasi Endin Samsudin menegaskan bahwa kepatuhan membayar pajak reklame bukan urusan formalitas semata. "Kepatuhan tersebut bukan semata-mata untuk memenuhi aturan, tetapi kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bekasi," ujar Endin. Ia berharap langkah penertiban ini bertahap menumbuhkan kesadaran pemilik reklame, yang ujungnya memperkuat penerimaan PAD.
Dukungan datang dari DPRD. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Budi Muhamad Mustofa menyebut penertiban ini langkah strategis untuk mendongkrak penerimaan daerah, yang berujung pada penguatan kapasitas pembiayaan pembangunan.
Angka yang kejar-kejaran. Dengan lima bulan tersisa dan gap yang belum tertutup, efektivitas pendekatan persuasif ini akan diuji langsung oleh angka realisasi di akhir tahun.