RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Prabowo Bidik Swasembada Energi 2029, Sekolah Jadi...

Ekonomi

Prabowo Bidik Swasembada Energi 2029, Sekolah Jadi Panggung Deklarasi

Di sela kunjungan perbaikan sekolah di Cilacap, Presiden Prabowo menargetkan swasembada energi paling lambat 2029 sekaligus mengumumkan renovasi 288 ribu sekolah dan penambahan smart board di seluruh Indonesia.

Cilacap bukan kota besar. Tapi dari halaman SMA Negeri 1 Cilacap, kemarin, Presiden Prabowo Subianto melempar target yang cakupannya jauh lebih luas dari sekadar urusan cat dinding dan genteng bocor.

Swasembada energi. Paling lambat 2029.

"Swasembada energi target kita akhir 2029, paling lambat. Kalau bisa lebih dulu, kita akan bekerja cepat," tegas Prabowo saat meninjau perbaikan fasilitas sekolah tersebut, Rabu. Ambisius? Ya. Tapi Kepala Negara punya argumen yang cukup mendasar: Indonesia sudah terlalu lama duduk di atas kekayaan energi yang belum dioptimalkan.

Potensinya tidak perlu diperdebatkan. Batubara, panas bumi, tenaga surya, bioenergi, eh, hapus itu, semuanya tersedia dalam skala yang tidak dimiliki banyak negara. Yang jadi soal selalu pengelolaan. "Yang Maha Kuasa telah memberi karunia kita sumber-sumber yang luar biasa. Tinggal kita pandai mengelola atau tidak, kita berani menjaga atau tidak," kata Prabowo. Kalimat itu terasa bukan sekadar pidato seremonial.

Ada lapisan lain di balik pernyataan soal pengelolaan itu. Prabowo mengingatkan, negara yang kaya sumber daya alam justru kerap menjadi sasaran konflik kepentingan internasional. "Biasa kalau namanya negara yang kaya, pasti jadi incaran banyak pihak," ujarnya. Konteks geopolitiknya nyata, mengingat persaingan global memperebutkan rantai pasok energi bersih kini makin sengit.

Narasi besar soal energi bukan satu-satunya yang dibawa Prabowo ke Cilacap hari itu. Ia sekaligus menegaskan komitmen renovasi sekolah secara nasional: 288 ribu unit ditargetkan rampung direnovasi sampai 2028. Bukan angka kecil.

Salah satu fokus yang menarik perhatian adalah pengadaan smart class board. Saat ini baru tersedia satu unit per sekolah, kadang dua. "Sekarang baru satu per sekolah. Ada yang dua. Berarti target kita masih tiap sekolah mungkin 3-4 lagi. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia," kata Prabowo. Tujuannya jelas: sistem belajar yang lebih interaktif, silabus yang bisa diakses digital, dan guru serta murid bisa mengulang materi kapan pun.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut mendampingi kunjungan tersebut. Para siswa SMAN 1 Cilacap, kalau data ini bisa dipercaya, merespons positif program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis yang belakangan jadi salah satu program paling dibicarakan di kalangan pelajar.

Dua agenda dalam satu kunjungan. Infrastruktur pendidikan dan kedaulatan energi, keduanya punya tenggat yang berbeda. Tapi satu hal yang sama: masih perlu dibuktikan.