RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Prabowo Undang Jerman Masuk EV dan Semikonduktor,...

Ekonomi

Prabowo Undang Jerman Masuk EV dan Semikonduktor, Jakarta Siaga di Dua Front

Di tengah pengamanan ketat kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Presiden Prabowo Subianto membuka pintu lebar bagi investasi Jerman di sektor kendaraan listrik, semikonduktor, hingga mineral kritis.

Kapolda Metro Tegaskan Seluruh Personel Wajib Pastikan Jalur

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Jakarta, Senin (15/6/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan yang agaknya akan membentuk ulang peta kerja sama ekonomi bilateral kedua negara. Bukan pertemuan basa-basi.

Prabowo secara eksplisit mengundang Jerman masuk ke empat sektor: transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, dan pengembangan industri semikonduktor. Keempatnya adalah tulang punggung visi industrialisasi Indonesia yang selama ini kerap disebut dalam pidato-pidato kebijakan pemerintah, tapi minim realisasi konkret dari mitra sekelas Jerman.

Indonesia juga membuka pintu bagi Jerman untuk masuk ke rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, dua komoditas yang nilainya kian strategis seiring akselerasi industri baterai dan elektronik global. Keterlibatan Jerman dalam pembangunan infrastruktur RI, kata Prabowo, bagian dari paket yang lebih besar.

Ada pula dimensi yang lebih membumi. Program Partnering In Business with Germany yang menyasar UMKM disambut baik oleh pihak Indonesia. Tahun ini, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Joint Economic and Investment Committee yang kedua antara kedua negara, forum kanal resmi koordinasi investasi bilateral yang sudah berjalan sejak periode lalu.

Bidang tenaga kerja turut masuk agenda. Penandatanganan Letter of Intent soal Global Skills Partnership di bidang keperawatan membuka jalur formal bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk bekerja di Jerman. "Indonesia ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi," ujar Prabowo usai pertemuan.

Sementara agenda diplomatik berlangsung di dalam Istana, Jakarta di luarnya berjalan dengan ritme yang berbeda. Polda Metro Jaya mengerahkan personel dalam jumlah besar, bukan cuma untuk mengamankan jalur VIP Steinmeier, tapi juga untuk melayani sejumlah aksi unjuk rasa yang terjadi bersamaan di ibu kota. Dua tugas yang secara operasional bisa saling bergesekan.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa jalur-jalur krusial wajib steril dari massa aksi, mulai dari Halim Perdanakusuma, Jalan Jenderal Sudirman, Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, hingga kawasan TVRI. Kawasan TVRI khususnya mendapat atensi paling ketat karena bersinggungan langsung dengan titik-titik pergerakan demonstran.

"Maka, sepanjang jalur tersebut harus dipastikan steril, aman, dan terkendali. Tidak boleh ada massa aksi yang meluas atau bergeser ke jalur lintasan VIP," tegas Asep. Instruksinya ke jajaran: fungsi lalu lintas dan seluruh satuan bergerak sinergis, pelayanan aksi dan pengamanan jalur protokol harus berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu.

Dua hal yang terjadi Senin ini mencerminkan tekanan yang lebih besar: Indonesia sedang berusaha keras tampil sebagai mitra investasi yang serius di mata negara-negara maju, sambil mengelola tekanan domestik yang tidak selalu bisa dijadwalkan. Bagi investor Jerman yang sedang menimbang seberapa dalam mereka ingin masuk ke pasar Indonesia, gambaran hari ini, entah kebetulan atau tidak, cukup merepresentasikan kompleksitas yang harus mereka kalkulasi.