PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi membagikan dividen tunai Rp1,31 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 11 Juni 2026, dan kini tinggal menunggu giliran pembayaran.
Rp2,92 triliun. Itulah laba bersih PTBA sepanjang 2025, dan 45% dari angka itu kini menjadi hak pemegang saham. Tiap lembar saham kebagian Rp114,508. Sisa laba, sekitar Rp1,61 triliun, masuk ke saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya, sementara total ekuitas perseroan tercatat Rp22,62 triliun.
Rasio 45% itu bukan angka yang bisa dianggap remeh. Harga batu bara sepanjang 2025 tidak bisa dibilang ramah, dan manajemen agaknya memilih jalur tengah: menjaga dompet pemegang saham tetap senang tanpa menguras kas untuk kebutuhan ekspansi.
Soal jadwal teknis, investor wajib mencermati beberapa tanggal. Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh 22 Juni 2026, dengan ex dividen sehari setelahnya. Di pasar tunai, cum dividen ditetapkan 24 Juni dan ex dividen 25 Juni. Recording date, yang jadi penentu siapa yang berhak, ditetapkan 24 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Nama belum tercatat sebelum jam itu? Cuan kali ini lewat. Pembayaran dijadwalkan 10 Juli 2026.
Bagi pemegang saham ritel yang sudah nyangkut di PTBA sejak awal tahun, pembagian ini lumayan jadi penawar. Kinerja laba Rp2,92 triliun memang bukan rekor tertinggi emiten batu bara pelat merah ini, tapi cukup solid untuk menjaga tradisi dividen jumbo yang selama ini jadi magnet utama PTBA di mata pemburu yield.