Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Ketua Umum HIPMI Akbar Himawan Buchari di Kantor Sekretariat Kabinet, Senin (6/4). Suasana Lebaran belum surut, tapi agenda yang dibawa bukan basa-basi.
Yang dibahas: kondisi terkini UMKM Indonesia. Tantangan dan peluang pelaku usaha dalam mendongkrak daya saing jadi topik utama. Tiga isu mendominasi, yakni pembiayaan, percepatan digitalisasi, dan perluasan akses pasar. Bukan isu baru. Tapi agaknya belum juga tuntas.
"Pertemuan silaturahmi masih di suasana Lebaran tersebut membahas perkembangan terkini sektor UMKM, termasuk berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dalam upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha," tulis Teddy melalui unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (7/4).
Selain kondisi UMKM, Teddy menyebut pertemuan itu juga memuat sejumlah masukan strategis untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha. "Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan sejumlah saran strategis guna memperkuat dukungan terhadap UMKM, khususnya dalam aspek pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar," ujarnya.
Ketum HIPMI Akbar tidak datang dengan tangan kosong. Ia turut melaporkan rencana pelaksanaan Musyawarah Nasional HIPMI 2026 yang, menurut Teddy, bakal menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran pengusaha muda dalam perekonomian nasional.
Akses seperti ini patut dicatat. Pertemuan langsung dengan pejabat setingkat Seskab bukan privilege yang dimiliki semua asosiasi bisnis. HIPMI selama ini memang dikenal sebagai kanal paling vokal dalam menyuarakan kepentingan pengusaha muda ke telinga pemerintah.
Pertanyaannya, apakah masukan itu akan berujung pada kebijakan konkret? Atau sekadar hangat di momen Lebaran, lalu menguap begitu kalender kerja kembali normal. Pasar dan pelaku UMKM yang akan menjawab.