Ketidakpastian ekonomi global, agaknya, tidak berlaku untuk rute Singapura-Batam.
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam justru menunjukkan tren naik. Singapura jadi kontributor terbesar. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut fenomena ini bukan sekadar kesan, melainkan terkonfirmasi dari data resmi.
"Untuk Singapura terutama, kunjungannya justru makin meningkat. Ini fakta berdasarkan data resmi," kata Amsakar, Selasa (7/4/2026).
Di saat banyak pelaku industri pariwisata global was-was menghadapi pelemahan daya beli, Batam malah ketiban berkah. Kedekatan geografis dengan Singapura kemungkinan besar jadi faktor utama. Wisatawan yang biasanya terbang jauh kini memilih destinasi murah-meriah, cukup ditempuh ferry sekitar satu jam dari Harbourfront.
Amsakar membaca tren ini sebagai sinyal bahwa kota industrinya makin solid sebagai destinasi alternatif di kawasan. Lonjakan kunjungan dari negeri singa itu, setidaknya itu klaim sang wali kota, disebut menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap daya saing Batam sebagai tujuan wisata.
Pertanyaannya, berapa lama tren ini bertahan kalau gejolak ekonomi global makin dalam?
Bagi perekonomian lokal, setiap gelombang turis Singapura yang masuk berarti perputaran uang di sektor perhotelan, kuliner, dan ritel. Bukan angka kecil. Dan buat kota yang selama ini lebih dikenal sebagai kawasan industri, lonjakan wisman bisa jadi cermin retak dari asumsi lama bahwa Batam cuma soal pabrik dan galangan kapal.