Dari kisaran US$189 di Februari, Zcash kini bertengger di atas US$1.200. Kalau dihitung sejak 12 bulan lalu, kenaikannya setara 2.700%. Angka yang tidak main-main.
Pada perdagangan Senin, 7 September 2026, harga ZEC tercatat di US$1.216 atau sekitar Rp21,46 juta, naik 11,30% dalam 24 jam terakhir dan 47,81% dalam sepekan. Kenaikan bulanannya sudah mencapai 94%, mendorong kapitalisasi pasar ZEC mendekati US$17 miliar atau sekitar Rp300 triliun. Dengan angka itu, Zcash resmi masuk jajaran 10 besar aset kripto berdasarkan market cap, melampaui sederet nama yang lebih senior.
Pemicunya jelas: Grayscale meluncurkan Zcash ETF pada 25 Agustus lalu, diperdagangkan di NYSE Arca dengan ticker GZCSH. ETF pertama di Amerika Serikat yang menawarkan eksposur langsung ke ZEC ini dikonversi dari Zcash Trust yang sudah lebih dulu ada. Dalam empat hari perdagangan berturut-turut sejak peluncuran, dana masuk menembus US$34 juta, membawa AUM-nya ke kisaran US$350 juta. Rasio biayanya 2,50%. Pasar tampaknya tidak terlalu peduli soal itu.
Volume perdagangan ZEC dalam 24 jam terakhir tercatat lebih dari US$1,45 miliar. Open interest di pasar futures melonjak ke US$2,43 miliar, cermin betapa ramainya spekulasi di balik reli ini. Konsekuensinya brutal: posisi short yang terlambat cut loss kena hajar. Likuidasi short menembus US$41,2 juta, termasuk satu trader besar di platform Hyperliquid yang menanggung kerugian tak terealisasi sekitar US$25,7 juta dari posisi short 32.760 ZEC yang dibuka di sekitar US$444 pada Juli lalu.
Narasi privasi Zcash makin relevan, entah kebetulan atau tidak. Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang mencatat semua transaksi di ledger publik, Zcash memungkinkan transaksi melalui shielded pools yang menyembunyikan detail transaksi. Data BlockWorks menunjukkan pasokan ZEC di alamat shielded kini mencapai sekitar 4,85 juta ZEC, tertinggi sejak Juni 2026 setelah sempat turun ke 4,35 juta ZEC. Meningkatnya adopsi fitur privasi ini berbarengan dengan masuknya daya komputasi baru ke jaringan Zcash.
Secara teknikal, pergerakan harga ZEC membentuk pola cup and handle yang diikuti breakout, lalu berlanjut ke pola bullish pennant. Penembusan pennant terjadi akhir pekan lalu. Kini ZEC sudah berada di atas sejumlah moving average utama, sementara RSI dan MACD masih menunjukkan momentum positif. Pelaku pasar mulai memasang target berikutnya di US$1.500.
Tapi ZEC sudah masuk zona overbought. Kenaikan 2.700% dalam setahun bukan sesuatu yang datang tanpa harga. Bagi yang belum masuk, pertanyaannya bukan lagi soal apakah ZEC bisa naik lebih tinggi, tapi seberapa besar toleransi kamu terhadap koreksi yang bisa datang kapan saja.